Thursday, February 19, 2015

Manajemen Lembaga PAUD



manajemen Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Peranan Kepemimpinan Dalam Manajemen PAUD)

PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN PAUD

B A B   I
PENDAHULUAN
A.    Latar Masalah
Pemimpin (leader) adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar bisa bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Ada dua pendapat atau konsepsi tentang timbulnya kemampuan seseorang untuk menggerakkan orang-orang lain dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan.
Pertama, Teori Genetik (pembawaan sejak lahir). Dimasa lalu banyak orang percaya bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena darah atau keturunan. Teori ini biasanya hidup di kalangan bangsawan. Misalnya dalam cerita pewayangan: Mahabrata, Ramayana, Panji, dan sejarah kerajaan-kerajaan Hindu dan Islam di Indonesia. Dalam hal ini hanyalah keturunan raja saja yang dapat menggantikan kedudukan ayah atau orang tuanya untuk memerintah sebagai seorang pemimpin. Sebaliknya bukan atau tidak pernah menjadi pemimpin, anak-anaknya dipandang tidak akan mampu menjadi pemimpin. Dalam alam demokrasi sekarang ini, teori ini banyak ditentang.
Kedua, Teori Sosial. Teori sosial mengatakan bahwa kepemimpinan bukannya diperoleh berdasarkan keturunan, tetapi karena pengaruh  situasi dan kondisi masyarakat. Dengan perkataan lain teori ini menyatakan bahwa semua orang dapat saja menjadi pemimpin asal memiliki bakat-bakat yang cukup dapat dikembangkan melalui pendidikan, pengalaman, dan latihan tergantung pula akan ada tidaknya kesempatan serta iklim yang memungkinkannya menjadi pemimpin. Teori sosial ini sekarang lebih banyak dipakai karena lebih sesuai dengan alam demokrasi dan tuntutan hak-hak asasi manusia[1].
Dalam kenyataannya, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki kepemimpinan, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya.
Saat ini di Indonesia telah berkembang sebuah system pendidikan baru yang berfokus pada anak usia dini, karena pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan untuk anak usia dini telah berkembang pesat dan menyadarkan orang-orang dewasa di sekeliling anak usia dini. Begitu pula dengan dana dukungan pemerintah, maka kini bermunculan lembaga pendidikan untuk anak usia dini. Namun ironisnya lembaga PAUD ini pada kenyataannya sering berjalan tidak sesuai harapan pemerintah maupun orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut. Dikarenakan banyak masalah yang timbul kemudian termasuk masalah kepemimpinan dalam manajemen PAUD.
Pengelolaan pendidikan bukanlah mengelola sebuah tempat usaha barang, melainkan mengelola sumber daya manusia dengan peradaban dimasa mendatang. Suatu bencana besar ketika manusia mengelola pendidikan hanya dilihat dari kacamata pribadi, orang yang demikian ini termasuk melemahkan generasi mendatang. Begitu pula bagi orang yang mengembangkan pendidikan hanya mengandalkan kekuasaan atau power semata. Untuk itulah dibutuhkan formula yang tepat dalam mengatur segala permasalahan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta kepemimpinan yang handal yang memahami posisinya sebagai pemimpin dengan benar.

B.     Ruang Lingkup
        Untuk membatasi pembahasan masalah dalam makalah kali ini, maka dibuat ruang lingkup yang akan memetakan permasalahan apa saja yang akan dibahas berikutnya.
1.      Pengertian kepemimpinan
2.      Pengertian manajemen PAUD
3.      Peranan kepemimpinan mengutip dari  pemikiran Joseph J Caruso (Roles and Responsibility)
a.       Peranan Pemimpin sebagai direktur pelaksana/pemimpin pelaksana
b.      Peranan Pemimpin sebagai pemimpin program pelaksanaan
c.       Peranan Pemimpin sebagai coordinator pendidikan
d.      Peranan Pemimpin sebagai kepala sekolah
e.       Peranan Pemimpin sebagai guru
f.       Peranan pemimpin sebagai penanggung jawab training dari Perguruan Tinggi
g.      Peranan pemimpin sebagai penasihat himpunan perkembangan anak
h.      Peranan pemimpin sebagai konsultan

4.      Peranan kepemimpinan menurut Marjory Ebbeck

C.     Tujuan pembahasan
1.      Agar setelah melakukan diskusi dengan bahan permasalahn dari  makalah ini, penulis khususnya serta para pembaca dapat memahami arti dari kepemimpinan terutama dalam manajemen PAUD
2.      Selain itu, agar dapat memahami dengan benar peranan kepemimpinan yang luas dan beragam dalam manajemen PAUD


D.    Manfaat pembahasan
        Manfaat yang didapat dari penulisan ini bagi penulis khususnya adalah dapat memahami serta mudah-mudah dapat mengaplikasikan ilmu tentang peranan kepemimpinan dalam manajemen PAUD. Begitu pula dengan para pembaca pada umunya
B A B   II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dari kepemimpinan
        Sekarang ini, hampir tidak ada pendapat yang sama mengenai kepemimpinan, khususnya pada lembaga atau manajemen PAUD. Dan kita juga tidak memiliki daftar pengetahuan mengenai kepemimpinan dan apa yang dapat kita harapkan dari seorang pemimpin.
        Pada awal tahun 1990, sebuah kelompok(himpunan) pendidikan di finlandia, Inggris, Australia, Amerika, dan Rusia mendirikan International Leadership Project (ILP) untuk mengeksplor konsep kepemimpinan pada pengelolaan pendidikan anak usia dini di Negara mereka. Model kepemimpinan ILP konteksnya ditenpatkan dalam kerangka lingkungan dimana anak, orang tua, dan anggota (staf) lembaga PAUD diorganisir sebagai system sosial yang lebih luas. Hal ini telah dimunculkan bahwa kepemimpinan timbul melalui interaksi antara berbagai peranan dan struktur dalam organisasi yang berbeda.
        Berbagai tantangan yang ditemui telah memastikan (menyeleksi) secara alami dan signifikan kepemimpinan pada pendidikan anak usia dini, hal ini sama baiknya dengan eksplorasi berbagai peran dan tanggung jawab yang melekat pada kepemimpinan dalam bermacam konteks sosial.[2]
        Berbagai macam definisi dari kepemimpinan:
kepimimpinan adalah sebuah penataan hubungan timbal balik, bukan sesuatu yang statis/kaku (tidak berubah” ( Morgan 1997:13)
kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, terutama dengan cara menyatukan orang-orang untuk menghadapi tantangan dalam meraih tujuan” (Chapman & O’Neil 200:2)
kepemimpinan adalah komoditas yang mudah berubah (pecah/retak), diperoleh dengan waktu yang lama dan berulang-ulang, kepemimpinan  dapat tumbuh(bertanbah) pada individu (pemimpin itu sendiri) maupun organisasi” (Kagan & Bowman 1997)
kepemimpinan berarti(dapat diartikan sebagai)  dua hal, mengelola hari ini dan mengarahkan untuk masa depan” (Nivala 1998:15)
”kepemimpinan adalah memiliki tujuan penuh kebiasaan dalam mempengaruhi orang lain untuk berkontribusi pada tujuan umum yang telah disetujui untuk keuntungan individu dan juga organisasi atau kebaikan umum(bersama)” (Sarros & Butchatsky 1996:3)
        Dari beberapa definisi di atas, jelas bahwa kepemimpinan merupakan multibidang atau mencakup berbagai bidang pekerjaan/ peranan dan mungkin dapat dijelaskan dengan berbagai cara. Ada persetujuan/ kesamaan pendapat diantara para penulis bahwa kepemimpinan tumbuh melalui interaksi dengan orang lain, dan kerjasama yang tersusun antara pemimpin dan pengikut adalah hal penting yang menopang kepemimpinan. Dengan kata lain, ada banyak cara untuk menjelaskan keahlian yang esensi dan karakteristik dari pemimpin.
        Mengutip dari Rodd 1998 ada lima kunci kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan pemimpin untuk:
1.      Menyediakan sebuah pandangan dan mengkomunikasikannya
2.      Membangun budaya kelompok
3.      Membuat tujuan dan sasaran-sasaran
4.      Memantau dan meningkatkan komunikasi, dan
5.      Memfasilitasi dan mendorong pengembangan diri (anggota)[3]
B.     Pengertian Manajemen PAUD
        Imron Arifin yang juga  ketua Yayasan Pendidikan Anak Saleh Malang dan Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Malang, menerangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar,  diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, dilaksanakan melalui  jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau  bentuk lain yang sederajat, dan melalui jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Lalu PAUD berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan.[4]

        Manajemen Program PAUD adalah manajemen pendirian PAUD (membuka lembaga PAUD baru dan manajemen perbaikan/pembenahan PAUD(improvisasi manajemen PAUD yang sudah berjalan)). Persyaratan  minimal manajemen PAUD yaitu, ada peserta didik usia dini (0-6 tahun), ada penyelenggara berbadan hukum, ada pengelola PAUD (TPA, KB, BKB, TK, dll), ada pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Juga tersedia saran dan prasarana pendidikan, memiliki menu generik (kurikulum), memiliki program kegiatan belajar-bermain dan mengajar (PKBM), dan tersedia sumber dana untuk pelaksanaan atau operasional pendidikan.
        Ditambahkan, dalam manajemen PAUD mempunyai orientasi layanan berupa layanan kesehatan dan gizi (pertumbuhan, layanan kecerdasan dan psikologis, layanan sosial dan sikap (emosional), layanan keagamaan dan spiritualisasi. Hal ini bertujuan agar anak usia dini yang terdidik dapat memiliki pengalaman belajar, otak berkembang optimal, pertumbuhan fisik yang sehat, perkembangan psikososial positif, dan bertumbuh sesuai dengan dunia anak.
        Selain substansi pengelolaan program PAUD yang meliputi manajemen personalia atau SDM, kurikulum (menu) kegiatan bermain dan belajar kemudian manajemen peserta didik, manajemen keuangan lembaga, dan manajemen humas serta manajemen sarana- prasarana.

        Dalam hal ini Imron Arifin pun menegaskan bahwa di dalam manajemen keuangan lembaga harus  jelas yaitu pembukuan keuangan yang akuntable, pembukuan sumbangan-sumbangan, pelaporannya dan pertanggungjawaban, pelaporan keuangan dana bantuan dari pemerintah dan instansi terkait. Selain itu pun juga harus memiliki manajemen pendukung keuangan yang juga mempunyai pembukuan usaha-usaha ekonomi PAUD, dan pembukuan khusus dana-dana keagamaan, serta pembukuan keuangan POMG.

C.    Peranan kepemimpinan mengutip dari  pemikiran Joseph J Caruso (Roles and Responsibility)
        Peranan kepemimpinan pada posisi seorang pemimpin dalam manajemen PAUD sangat beragam, biasanya pemimpin memiliki banyak peran, seperti sebagai direkrur pelaksana, koordinator pendidikan, kepala sekolah, dll. Seluruh pekerjaan di atas, mempunyai nama dan istilah masing masing. Seringkali seorang pemimpin harus mengerjakan lebih dari satu pekerjaan. Dan sebaliknya, jarang sekali seorang pemimpin dalam manajemen PAUD hanya mengerjakan satu jenis tugas dalam kepemimpinannya.
        Kepemimpinan ini merupakan posisi yang mengemban banyak peran dan tanggung jawab, seperti, pemilik lembaga, pemimpin guru (kepala sekolah), pemimpin perpustakaan, dll. Pemimpin juga harus memiliki pengalaman yang beragam atau pernah menjalankan tugas (peran) rangkap, seperti, menyelesaikan konflik anggota (staf), mengatasi stres, dan menyadarkan anggota atas peran dan tugas mereka sehingga mereka menemukan bahwa mereka tidak memiliki waktu atau sumber untuk semua keluhan mereka. Dengan kata lain para anggota/staf harus dihimbau agar bekerja lebih efisien dan efektif, dan ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang baik dan memahami perannya dengan benar.

1.      Peranan Pemimpin sebagai direktur eksekutif/pemimpin pelaksana (executive director)
      Pemimpin/direktur eksekutif  biasanya adalah kepala administrasi pada sebuah pengelolaan manajemen PAUD yang besar dan bertugas melaporkan langsung pada dewan pengurus. Direktur eksekutif bertugas mengawasi seorang asisten, koodinator beberapa program pelayanan sosial dalam lembaga, memimpin program pada berbagai tempat, dan memimpin seluruh pegawai melalui sebuah pusat rangkaian tugas. Pemimpin model ini seperti pemimpin yang lebih tinggi dari tingkat staf langsung namun memiliki sedikit kontak pribadi dengan staf yang bertanggung jawab pada anak dalam sebuah lembaga pendidikan AUD.

2.      Peranan pemimpin sebagai pemimpin program (program director)
        Pemimpin program adalah administrator yang bertanggungjawab akan berjalannya suatu program. Tanggung jawab pemimpin program biasanya, menjadi pengelola administrasi, pemantau, dewan pengurus pertemanan/kerjasama, dan komunitas kerja sama, dan sebagian besar sebagai guru.
        Diantara tugas tugas mereka adalah memelihara pemenuhan yang sesuai dengan hukum/peraturan, merekrut staf dan anak, membuat anggaran belanja dan mengumpulkan dana, memantau dan mengevaluasi staf, memimpin program evaluasi tahunan, bekerja sama dengan orang tua dan lembaga PAUD lainnya serta berbagai Instutusi pendidikan lainnya, merencanakan kurikulum, melaporkan dan mengerjakannya dengan dewan pengurus, mengawasi pemeliharaan fasilitas dan perlengkapan, dan perencanaan makanan yang dimasak di sekolah.
        Karena pemimpin program selalu ada di tempat dan bekerja langsung di kelas atau di luar kelas (ruang staf). Pemantauan menjadi lebih luas dari direktur eksekutif. Program administrasi atau mengajar dapat mengambil banyak dari waktu pemimpin ini.

3.      Peranan pemimpin sebagai koordinator pendidikan
        Koordinator pendidikan adalah yang memberikan batasan dan lebih fokus pada kepemimpinan [rogram. Tanggungjawabnya adalah untuk mengawasi komponen pendidikan/pembelajaran dari sebuah lembaga pendidikan atau program yang memastikan bahwa kelas dan staf berfungsi sesuai dengan garis pedoman program untuk memberikan keuntungan terbaik bagi anak. Koodinator ini bekerja pada area pengembangan staf, training dan kurikulum, dengan pembagian waktu yang telah disepakati.
        Pada program yang lebih kecil, koordinator program mengawasi staf yang bekerja langsung dengan anak(mengajar anak) dan juga diawasi oleh pemimpin program.
4.      Peranan pemimpin sebagai kepala guru/pemimpin guru (head teacher)
        Tidak sepeerti pemimpin program dan koordinator pendidikan, yang lebih banyak bekerja dengan orang dewasa, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab utama berkerja dengan anak. Biasanya dikarenakan pengalaman, pendidikan, pelatihan, dan atau demontrasi keahlian guru kelas maka ia menjadi kepala guru/sekolah.
         Pemimpin guru biasanya mengawasi pekerjaan dari beberapa kelas. Mereka mengawasi guru lain, dan diawasi oleh koordinator pendidikan atau pemimpin program. Sebagai kepala/pemimpin guru berusaha untuk menyatukan dua tanggungjawab dengan mengajar dan mengawasi.
        Diantara tugas spesifik dari kepala/pemimpin guru adalah tiba lebih dulu di kelas untuk mempersiapkan dan menata bahan untuk aktivitas hari itu, menyiapkan/memeriksa kehadiran harian, dan meneliti hasil rekaman pengamatan anak-anak, memberikan bantuan dalam perencanaan program orangtua, menghadiri pertemuan evaluasi dengan lembaga pelayanan sosial, menata/merencanakan konferensi(pertemuan) tahunan dengan masing-masing orang tua, membuat acara perpisahan/penyerahan, mengawasi anggota tim yang lain, mengajar anak, dan merencanakan serta memimpin pertemuan anggota (team guru).

5.      Peranan pemimpin sebagai guru
        Guru anak usia dini seringkali menjadi pengawas seorang asisten(guru pendamping, atau membayar seorang relawan, dalam rangka menambah tenaga kerja untuk mendidik dan mengurus anak-anak. Guru biasanya diawasi oleh pemimpin guru, koordinator, dan pemimpin program.

6.      Peranan pemimpin sebagai penanggung jawab training dari Perguruan tinggi (college supervisor)
        College supervisor adalah seorang anggota  fakultas dari sebuah perguruan tinggi yang bertanggung jawab untuk melatih dan mengawasi beberapa individu yang beraspirasi untuk bekerja pada lembaga PAUD. Kadang-kadang mereka mengawasi pembantu/relawan yang berpengalaman yang bekerja pada program spesial atau untuk tingkat yang lebih tinggi. Seringkali, mereka mengawasi mahasiswa yang berencana mengajar anak usia dini.

7.      Peranan pemimpin sebagai penasihat perkumpulan/asosiasi perkembangan anak (child development assosiate (CDA) advisor)
        Penasihat ini mungkin bagian dari program pelatihan CDA, atau pekerja freelance(bebas) dengan staf di kelas yang dengan surat kuasa dari CDA. Penasihat ini juga sering bekerja sama dengan sebuah perguruan tinggi, universitas, atau berbagai sumber dan pelatihan atau lembaga training, namun mungkin diikuti oleh seorang staf dari lembaga  mereka sendiri atau lembaga pendidikan lainnya.

8.      Sebagai konsultan (consultant)
       Konsultan dari lembaga pelatihan, kadang berkerja di tempat dengan sebuah program dengan seluruh atau seorang guru. Mereka mungkin juga bekerja dengans staf melalui kelompok diskusi. Hal ini adalah bentuk dari pengawasan pada program pemeliharaan anak dalam keluarga (family child care).[5]

D.    Peranan kepemimpinan menurut Marjory Ebbeck
1.      Peranan pemimpin sebagai orang yang membangun dan menyampaikan pilosofi dari visi dan misi.
2.      Peranan pemimpin sebagai orang yang menyampaikan (mengajarkan, mengerjakan) kualitas pelayanan (dalam pelayanan PAUD)
3.      Peranan pemimpin sebagai orang yang melakukan profesionalitas secara terus menerus dan mendorong seluruh anggota (staff) untuk melakukan hal yang sama.
4.      Peranan pemimpin sebagai orang yang bertanggung jawab dan bersikap (berbuat./bertingkah laku) sebagai pendukung/penyokong anak, orang tua, staf, profesinya, dan komunitas umum.
5.      Peranan pemimpin sebagai orang yang membangun kolaborasi dan gaya kerjasama dalam kepemimpinan
6.      Peranan pemimpin sebagai orang yang sensitive dan responsive terhadap perubahan perubahan yang dibutuhkan serta mengelola perubahan dengan efektif

No comments:

Post a Comment